Rabu, 27 November 2013

pertemuan kita Part II

Pada suatu ketika aku terjebak hujan di production house (ph) yang tempatnya tempat praktek keproduktifan.  aku, nasya, dan temanku berada disitu yang  baru selesai belajar mengajar. Yang kebetulan juga ada ka al dan teman-temannya di lab tkj yah mungkin sedang mengerjakan tugas mereka. Aku di situ tidak karuan yah bisa di bilang salting(salah tingkah), akupun malu banget ketauan lah kalau suka sama orang kaya gimana reaksi sikap orang tersebut. Teman-temanku malah melediki aku dengan” ciie riani ad aka aldryan nih “katanya. Akupun hanya tersenyum dan diam, aku tidak merasakan apa saat itu. Ka al menghampiri ku dan teman-teman, “sedang apa kalian ?ngerjain web yah “ Tanya nya dia
Aku hanya diam dan memainkan laptop, aku tak menjawab pertanyaan dia. Malah teman ku yang menjawab “eh ka al, iya nih lg ngerjain ka “.
Dan ka al duduk di meja bawah, aku yang terus memainkan laptop tanpa ikutan bercanda dan ngobrol sama ka al. saat itu nasya sedang melihat video clip kelasan ka al, lalu ada foto ka al sama cewe, dan cewe itu aku tau namanya dan kenal.
“ka siapa ini di samping ka al?hmm”Tanya nasya sembari ngeliat gambar video
“ooh itu, udah masa lalu hee” jawabnya
“trus gimana tuh sekarang?tanya nasya lagi
“udah biasa aja, biasa teman “jawabnya
Aku hanya diam dan diam saja, seakan biarkan mereka berbicara apa. Awalnya aku kecewa aku kira ka al punya pacar dan yang di video itu pacarnya, alhasil itu sudah berakhir itu hanya mantannya saja. Dan semangat ku kembali lagi yah mungkin rasa senangku kembali.
   Keesokan harinya aku yang berada diluar kelas tidak sengaja melihat ka al sedang duduk di dekat pohon manga sekolah, kelasnya sedang pelajaran olahraga.
Aku melihat dari jauh aku melihat senyumannya. Senyumnya adalah bagian yang paling kuhapal. Setiap hari ku lihat senyum itu sebagai salah satu pasokan energiku. Aku tidak tau kenapa yang paling aku suka adalah senyuman nya, entah itu baru awal aku menyukainya atau apalah akupun tidak tau. Matanya sesekali mengarah ku, dia menyimpulkan senyum itu lagi. Betapa senang hatiku ini dan aku sangat bersyukur pada tuhan telah mempertemukan aku dengannya yang tanpa sengaja yang berawal dari dalam keadaan sedang upacara. Aku tak tau mengapa tuhan mempertemukan ku dengannya akupun terus bertanya-tanya aku yakin suatu saat nanti tuhan akan menjawab itu semua, akan ada waktu yang tepat untuk menjawab atas pertanyaanku ini. Aku terus memandang, memandang, dan memandangnya walau dari jauh.

   “semakin ku lihat masa lalu semakin hatiku tak menentu tetapi satu sinar terangi jiwaku saat ku melihat senyummu.  Dan kau hadir merubah segalanya menjadi lebih indah kau bawa cintaku setinggi angkasa membuatku merasa sempurna dan membuatku utuh tuk menjalani hidup...”

      Beberapa hari ini aku jarang ketemu ka al entah dimana dia, aku terus mencarinya berharap bisa ketemu tapi tuhan berkehendak lain. Tidak masalah bagiku toh tidak ketemu sehari juga esok lusa dan selamanya akan terus ketemu.
Yah hari ini aku tidak bertemu dengan ka al, aku berpikiran mungkin dia sedang sibuk banyak tugas. Mungkin dia sedang berada di kelas, aku harus positive thinking dengan itu tidak ada rasa berpikiran negative terhadapnya. Sudah hampir jauh lebih kenal dengan ka al, beberapa hari akan menghadapi ujian nasional. Aku tidak bbman ataupun smsan karna aku berfikir supaya ka al fokus terus belajar dan belajar. Aku yang jarang ketemu dengannya , aku mulai fokus yang bentar lagi akan menghadapi ujian akhir sekolah  untuk ke naikan kelas dan dapat berprestasi dengan baik. “ka al semangat yah atas ujian nya, god bless you ka.” Ucapku menyemangati ka al dengan senyuman. “iyaa ri, makasih minta doanya yah” balasnya dengan senyuman kembali. “pasti ka, kaka pasti bisa”ucapku lagi.
Ka al hanya senyum dan akupun pergi berlalu. Waktu perpisahan pun tiba.
Waktu begitu cepat dan pertemuan kita pun sangat cepat aku takut suatu saat nanti aku tidak akan pernah bertemu lagi bahkan jarang dan susah buat ketemu. Aku tidak mau perpisahan itu terjadi tapi aku tidak bisa apa apa semua sudah skenario kehidupan dan kehendak tuhan. Awalnya aku tidak mau datang dan melihat ka al perpisahan karna  aku tak sanggup melihatnya. Aku belum bisa terima semua itu, nasya pun akhirnya mengajak ku untuk datang dan terus membujuk ku untuk datang. Aku tidak bisa dan tidak sanggup melihatnya . “riani, ini moment yang sangat indah dan sedih kamu tidak mau melihatnya? Dan kamu bisa merasakan apa yang dia rasakan saat itu ri, hayo lah nanti kamu menyesal loh”  sms from nasya
Aku terus berfikir berulang ulang . jehan temanku mengajakku untuk datang, jehan mau menemaniku datang di acara pelepasan kaka kelas. Aku terus berfikir dan berfikir, aku mendengar nasya semangat banget, kenapa aku tidak ? padahal aku dan nasya sama akan kehilangan orang yang tercinta. Yang kebetulan juga nasya menjadi paduan suara perpisahan. Akhirnya aku memutuskan untuk datang dengan jehan. Aku berada di taman sekolah aku yang hanya duduk dan melihat dari jauh betapa gembiranya dia karna lulus. Aku melihatnya dan aku dapat merasakan kelulusan dia, akupun nanti akan merasakan hal yang sama dengannya tahun depan yang akan datang “amiiin” aku belum sempat menghampirinya karna dia pun sedang sibuk dengan temannya merayakan kelulusan dengan berfoto-foto.
Dengan alunan lagu ‘kemesraan’ “

        “kemesraan ini janganlah cepat berlalu, kemesraan ini ingin ku kenang selalu syalalasyalalaaa………”

“ka al selamat yah atas kelulusan nya sekali lagi selamat” ucapku bersalaman
“iya terima kasih ri” balasnya
“mau dilanjutin kuliah apa kerja?” tanyaku
“insya allah kaka ingin kuliah kalu bisa dan sempat sembari kerja” balasnya
“oh gitu yaah” ucapku tersenyum


Next aku dan teman-temanku berfoto dengan ka al dan yang lainnya, aku sebenarnya ingin berfoto berdua dengan dia. Tapi waktu yang tidak berpihak dengaku yah tidak apalah segitu aku sudah senang. 

bersambung ... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar